5 Alasan Penting Di Balik Motivasi Belajar

peran teman sebaya
Inilah Peran Teman Sebaya Dalam Pembentukan Karakter
16 Januari 2018
panduan jago gitar
Belajar Gitar dan Keyboard Secara Otodidak
2 Februari 2018

5 Alasan Penting Di Balik Motivasi Belajar

memotivasi siswa agar giat belajar

Memotivasi siswa agar giat belajar­ tidak mudah. Tidak bisa instan, perlu waktu berkesinambungan. Selain itu pengondisian berbagai hal agar siswa tertarik belajar sesuatu hal perlu banyak diujicobakan. Orang tua dan guru perlu kreatif mengarahkan mereka.

Belajar merupakan kegiatan sehari-hari bagi seorang siswa. Belajar bisa berlangsung di sekolah, di rumah, dan di tempat-tempat lain seperti perpustakaan dan laboratorium. Belajar dapat berlangsung tanpa instruksi dari guru, artinya siswa belajar karena kegiatannya sendiri atau belajar karena motivasi diri. Di samping itu, motivasi belajar siswa akan meningkat bila tidak ada gangguan-gangguan seperti hubungan yang kurang akrab di antara siswa.

Motivasi belajar adalah kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin. Motivasi belajar juga merupakan kebutuhan untuk mengembangkan kemampuan diri secara optimal sehingga mampu berbuat yang lebih baik, berprestasi, dan kreatif.

Motivasi belajar sangatlah penting bagi siswa, antara lain sebagai berikut.

  • Meningkatkan semangat belajar. Contoh: Seorang anak yang telah menghabiskan banyak dana untuk sekolahnya dan masih ada adik yang dibiayai orang tua, maka ia akan berusaha agar cepat lulus.

 

  • Mengetahui kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir. Contoh: Setelah siswa membaca suatu bab buku bacaan, ia kurang berhasil menangkap isinya dibandingkan dengan teman sekelasnya yang juga membaca bab tersebut. Lalu, ia terdorong untuk membacanya kembali.

 

  • Mengetahui kekuatan belajar yang dibandingkan dengan teman sebaya. Contoh: Jika terbukti usaha belajar seorang siswa belum memadai, maka ia akan berusaha setekun temannya yang belajar dan berhasil.

 

  • Mengarahkan kegiatan belajar. Contoh: Setelah siswa mengetahui bahwa dirinya belum belajar secara serius (seperti bersenda gurau di dalam kelas), maka ia akan mengubah perilaku belajarnya.

 

  • Menyadarkan bahwa adanya proses belajar yang berkesinambungan (diselingi istirahat atau bermain). Individu dilatih untuk menggunakan kekuatannya sedemikian rupa hingga dapat berhasil. Contoh: Setiap hari siswa diharapkan untuk belajar di rumah, membantu orang tua, dan bermain dengan temannya. Apa yang dilakukan diharapkan dapat berhasil memuaskan.

 

Beberapa hal di atas menunjukkan betapa pentingnya motivasi tersebut disadari oleh pelakunya sendiri. Bila motivasi disadari, maka sesuatu pekerjaan dalam hal ini tugas belajar akan terselesaikan dengan baik. Semoga informasi ini bermanfaat. J

ade
ade

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *