
Manfaat dan Pentingnya Bersabar
30 Mei 2018
Menyambut Libur Lebaran
12 Juni 2018Hari lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni ditetapkan oleh Peraturan Presiden. Hal ini mengacu pada hasil sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei-1 Juni 1945. Hasil sidang tersebut melahirkan dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Pancasila adalah pedoman dan bentuk pemersatu bangsa Indonesia yang beragam serta menjadikan keberagaman sebagai ciri bangsa Indonesia.
Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting dalam memaknai hari lahir Pancasila. Hal ini bertujuan agar setiap warga negara Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam membangun karakter bangsa di era globalisasi. Selain itu, kondisi Indonesia yang sangat kaya akan budaya dan suku dapat menjadi pemersatu keberagaman tersebut.
Berikut beberapa penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
- Saling toleransi antar umat beragama
Sikap saling toleransi antar umat beragama merupakan salah satu cerminan dari sila pertama Pancasila. Salah satu wujud toleransi beragama dapat dilihat dari keberadaan Masjid Istiqlal yang letaknya berseberangan dengan Gereja Katedral. Kedua tempat ibadah tersebut saling meminjamkan lahan parkir untuk umatnya yang sedang beribadah pada saat perayaan hari besar.
- Menghindari sikap diskriminatif terhadap suatu golongan
Memahami bahwa semua manusia memiliki kedudukan yang sama adalah makna dari sila kedua Pancasila. Hal ini berkaitan dengan persamaan derajat manusia atau tidak berlaku diskriminatif pada suatu golongan. Contohnya, di lingkungan sekolah sudah banyak imbauan dan larangan baik dari guru maupun pemerintah untuk menghentikan tindakan bullying (mengejek) terhadap teman. Biasanya, tindakan ini banyak dilakukan saat Masa Orientasi Siswa.
- Gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan
Dengan melakukan gotong royong dapat menciptakan rasa kesatuan yang merupakan cerminan dari sila ketiga Pancasila. Aksi gotong royong tersebut menciptakan rasa solidaritas, kebanggaan, kebersamaan serta rasa nasionalisme yang tertanam di dalam jiwa setiap warga negara. Ketika masyarakat bersatu tanpa melihat latar belakang suku maupun agama tertentu, maka hal-hal seperti radikalisme dan terorisme yang mengintai Indonesia saat ini dapat dicegah secara bersama.
- Musyawarah dalam setiap mengambil keputusan untuk kepentingan bersama
Setiap perbedaan dapat diselesaikan dengan cara musyawarah. Hal tersebut mencerminkan nilai dari sila keempat Pancasila. Musyawarah dapat diterapkan dalam pemilihan pemimpin negara, karena Indonesia menganut sistem demokrasi. Contoh lainnya adalah pemilihan ketua kelas atau ketua Rukun Tetangga yang dipilih secara demokrasi dengan musyawarah.
- Mengetahui hak dan kewajiban
Menjaga keseimbangan antara hak maupun kewajiban dalam kehidupan sosial adalah contoh dari sila kelima Pancasila. Dengan mengetahui hak dan kewajiban, kita dapat berlaku adil bagi sekitar, sehingga dapat berbagi dan saling tolong-menolong antarsesama. Contohnya, seorang anak harus adil dalam membagi waktu antara belajar, bermain, dan membantu orang tua.
Semoga dengan memperingati hari lahirnya Pancasila, kita dapat mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.




