
6 Tip Belajar Bahasa Inggris dengan Mudah
9 Mei 2017
Kamus Bahasa Asing untuk Anak
30 Mei 2017Pendidikan merupakan aspek penting yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Dengan pendidikan, setiap manusia akan mampu bertahan dan menjalani kehidupan masa depannya dengan terarah. Pendidikan ini pilar utama yang diterapkan orangtua kepada anaknya, namun masih banyak yang hanya mementingkan pendidikan formal untuk masa depan. Sebenarnya, ada yang jauh lebih penting dari sekedar pencapaian nilai dalam pendidikan formal, yaitu pendidikan karakter.
Pendidikan karakter merupakan proses mendidik seseorang untuk belajar memahami, memperhatikan, dan melaksanakan nilai-nilai yang berkaitan dengan etika. Pendidikan karakter memiliki 18 butir nilai, yaitu kejujuran, religi, toleransi, bersahabat, damai, demokratis, disiplin, kreatif, mandiri, kerja keras, tanggung jawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan, berjiwa sosial, cinta tanah air, semangat kebangsaan, menghargai prestasi, dan senang membaca. Nilai-nilai dari pendidikan karakter ini dapat diajarkan kepada anak sejak dini.
Pendidikan karakter ini harus berawal dari lingkungan utama anak, yaitu keluarga. Keluarga menjadi lingkungan pertama yang dilihat dan ditiru oleh anak. Dia akan mencontoh orangtuanya, saudaranya, kakek-nenek, dan paman-bibinya. Oleh karena itu, penting untuk mengajarkan pendidikan karakter berawal dari keluarga.
Tidak semua lingkungan baik yang akan ditemui anak setelah besar. Oleh karena itu, anak perlu pondasi yang kuat sedari kecil. Tujuannya agar anak siap menerima lingkungannya nanti, bagaimanapun kondisinya. Jangan sampai anak yang karakternya belum kuat ikut terbawa dan terpengaruhi lingkungan yang kurang baik bahkan buruk. Jika itu terjadi, akan lebih sulit untuk mendidiknya. Apa penyebabnya? Dia sudah memiliki pola pikirnya sendiri.
Dari penjelasan tersebut, dapat dilihat bahwa pendidikan karakter sangat diperlukan untuk membentuk seorang anak sebagai bekal masa depannya. Bagaimana cara memberikan pendidikan karakter pada anak? Caranya dengan menanamkan salah satu nilai dari pendidikan karakter, yaitu kejujuran. Kejujuran diajarkan sejak dini dengan mengajarkan, membiasakan, dan terpenting memberikan contohnya secara langsung dalam segala hal. Contoh secara langsung akan lebih melekat karena anak melihat orangtuanya. Bagaimana kejujuran dapat tertanam baik jika orangtuanya tidak mencontohkannya?
Kejujuran itu harus disertakan kesopanan. Percuma jujur jika tidak sopan. Orang yang berkata jujur, namun tidak sopan atau kasar akan dijauhi atau tidak disukai orang lain. Jika demikian, itu berarti bertentangan dengan nilai lainnya dari pendidikan karakter, yaitu bersahabat.
Salah satu cara menanamkan kesopanan dengan menerapkan kata tolong, maaf, terima kasih, dan pinjam. Keempat kata itu dapat diajarkan sekaligus dicontohkan oleh orangtuanya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, dia akan terbiasa. Jika anak lupa, orangtua dapat mengingatkannya tanpa memaksakannya.
Kejujuran dan kesopanan ini, sebenarnya, dapat terangkum dalam nilai religi atau keagamaan dalam pendidikan karakter. Orangtua dapat mengajarkan kepercayaannya sekaligus nilai-nilai terdapat di dalamnya, seperti kejujuran dan kesopanan. Begitu pun nilai lainnya. Semua nilai dari pendidikan karakter dapat dihubungkan agar terbentuk pondasi dan bangunannya pada anak.
foto dari ShutterStock.




